• Selamat Datang

Jumat, 22 September 2017

BERITA

Enam Desa Belum Dialiri Listrik
Minggu, 18 Juni 2017 | 15:00:30 WIB Author Arif Nurmala

TAIS – Sekalipun usia Kabupaten Seluma, sudah 13 tahun, namun hingga saat ini masih ada desa belum dialiri listrik. Ada sekitar 6 desa yang belum dialiri listrik dari sebanyak 182 desa di Kabupaten Seluma.

“Memang ada desa belum dialiri listrik. Beberapa diantaranya terkendala dengan kawasan desa yang berada di kawasan hutan lindung sehingga ini menjadi alasan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN),” ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma Yos Sudarso pada Bengkulu Ekspress kemarin (16/6).

Desa yang belum dialiri listrik tersebut, seperti Desa Sekalak, Desa Sinar Pagi, Dusun Batu Ampar, Desa Lubuk Resam. Desa Suban, Desa Batu Balai.

Keenam desa ini belum dialiri listrik disebabkan akses menuju ke desa tersebut sulit, memerlukan tenaga ekstra dan kendaraan khusus. Disisi lain juga disebabkan ada desa berada di kawasan hutan lindung.

Disampaikan, warga di Desa Sekalak, Desa Sinar Pagi, Dusun Batu Ampar sudah sangat menginginkan desa mereka dialiri listrik, namun belum juga terealisasi.
Menyiasati ketiadaan listrik dari PLN tersebut, warga Desa Lubuk Resam memanfaatkan aliran listrik menggunakan PLTA. Hanya saja, hal ini tidak berlangsung lama. Karena listrik PLTA sudah rusak dan anggaran perbaikannya tidak tersedia.

Terpisah, Waka I DPRD Seluma Ulil Umidi SSos Msi menegaskan, kawasan Desa Suban, Desa Batu Balai juga belum dialiri oleh listrik. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan, warga setempat terpaksa menggunakan lampu togok. Termasuk untuk penerangan bagi anak-anak saat belajar.

“Sejumlah usulan untuk mendapatkan listrik sudah kerap disampaikan dalam bentuk proposal hanya saja belum untuk ditanggapi,” tegasnya.

Sementara itu, khusus di kawasan Talo dan sekitarnya, warga setempat mengeluhkan redupnya aliran listrik di rumah mereka. Hal ini sudah lama dirasakan oleh warga. Keluhan lainnya kerap pemadaman listrik secara terus menerus. Bahkan warga yang kesal dengan pemadaman tersebut sempat melampiaskan kemarahannya dengan merusak fasilitas PLN di wilayah tersebut beberapa bulan lalu.

“Bukan Desa Talo saja yang merasakan pemadaman dan listrik yang redup dan ini sudah lama terjadi. Diharapkan hal ini bisa segera diatasi dan setidaknya memberikan penjelasan kepada warga,”ujarnya.

Hanya saja, ketika dikonfirmasi Kepala PLN Rayon Tais belum berhasil ditemui, karena sedang dinas luar (DL).

 

Sumber: Bengkulu Ekspress