• Selamat Datang

Jumat, 22 September 2017

BERITA

Kebutuhan BBM Naik 20 Persen
Minggu, 18 Juni 2017 | 15:10:16 WIB Author Arif Nurmala

BENGKULU –  Mendekati puncak arus mudik lebaran 1438 Hijriah 2017 ini, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu meningkat drastis. Bahkan mencapai 50 persen dari sebelumnya. Baik itu BBM jenis solar, dan premium. Diduga disebabkan akan adanya perubahan harga pada bulan depan. Mengingat tingginya nilai tukar dolar dan harga minyak dunia menyebabkan peluang kenaikan harga BBM sangat besar.

Sales Executiv Retail VI Depo Pertamina Pulau Baai, Denny Nugrahanto mengatakan bahwa distribusi BBM jenis premium sudah mencapai 320 KL per harinya yang sebelumnya hanya 200 KL. Sedangkan untuk solar sudah tembus 220 Kl. Bahkan dari kuota yang ada tahun 2017 ini sebanyak 223.597 KL untuk premium sudah habis 39.727 KL. Sedangkan solar dari kuota 113.086 KL sudah habis sebanyak 38.155 KL.

‘’Kini peningkatan kebutuhan konsumen sudah naik 15-20 persen dari hari biasanya. Baik itu solar dan premium serta BBM non subsidi lainnya di Bengkulu. Untuk solar karena masih didominasi angkutan truk-truk yang masih akan beroperasi hingga puncak pembatasan pengoperasian menghadapi mudik lebaran H-4 dan H+4 nanti,’’ ujar Denny kepada RB kemarin.

Menurut Denny, tidak hanya premium dan solar tetapi peningkatan konsumen juga ada di non subsidi. Seperti pertalite sudah habis 54.468 KL dan Pertamax 6.959 KL lalu Dex sebanyak 142 Kl lalu Dex Lite 656 KL.  Tahun ini juga pendistrubusian terbesar untuk premium pada Maret lalu mencapai 86 KL. Solar pada Mei 8200 KL. dari sebelumnya rata-rata hanya 7000 KL.

‘’Sekarang kami terus mempersiapkan stok untuk menghadapi arus mudik lebaran, serta arus balik. Sekarang sudah datang satu kapal dengan kapasitas 3000-4000 KL untuk jatah 10 hari ke depan. Kemudian akan datang lagi sebelum puncak lebaran satu kapal lagi,’’ paparnya.

Lanjut Denny, terjadinya kekosongan atau kekurangan di SPBU terutama premium dan solar itu, karena permintaan SPBU untuk solar hanya 8 ton. Sedangkan untuk premium hanya 8-16 ton. Saat ini juga disebabkan SPBU lebih banyak menyediakan fasilitas tangki dan pompa untuk BBM non subsidi. Selain feenya lebih besar, juga stoknya tidak dibatasi. Sedangkan premium mereka fee lebih kecil dan tangkinya sudah berkurang.

‘’Kini sudah ada 9 SPBU dari 38 SPBU di Bengkulu yang tidak lagi melayani penjualan premium. Di Kota Bengkulu ada 2 SPBU yakni di Sebakul dan Rawa Makmur. Selain itu di Bengkulu Utara ada dua yakni Arga Makmur dan Putri Hijau. Lalu di Rejang Lebong SPBU Simpang Nangka dan Kepahiang. Selain itu di Bengkulu Selatan SPBU Kutau dan di Benteng SPBU Kembang Seri,’’ jelasnya.

‘’Jadi kalau ada SPBU yang kekurangan stok premium dan solar itu memang permintaan mereka sedikit. Selain itu kalaupun ada keterlambatan mengingat mobil tangki BBM hanya 28 unit. Ke depan akan disiapkan 5 unit lagi untuk antisipasi kebutuhan arus mudik dan balik lebaran ini,’’ paparnya.

Ditambahkan Denny, berkaitan rencana perubahan harga untuk bulan ini (Juni,red) tidak ada perubahan. Tetapi di Juli mendatang dimungkinkan. Sebab pemerintah melalui Kementerian ESDM sudah menyatakan tidak akan menurunkan dan berpeluang menaikan harga Premium dan Solar. Karena harga minyak dunia sudah mencapai 50 dolar per barel. Padahal turunya harga bBM itu kalau harga minyak dibawa 25 dolar per barelnya. ‘’Kepastian perubahan harga bulan depan. Sebab untuk triwulan ini tidak ada kenaikan lagi. Kalau non subsidi dua minggu sekali perubahan, tatapi untuk Juni ke depan juga tidak ada perubahan,’’ pungkasnya.

Sumber: Harian Rakyat Bengkulu